[Cerpen] Tabir

Cerpen Tabir

Aku ingin merantau. Mengadu nasib di tanah orang, seperti Para misalnya. Tanah ini sudah tidak lagi bisa ditanami padi, singkong, sayuran. Kita tidak bisa lagi berkebun, bercocok tanam. Jaman sudah berubah. Tidak sama seperti saat aku masih bocah, digendong Si Mbok ke sawah, mengantar makanan untuk Bapak, bertanya banyak hal tentang bagaimana Si Mbok dan […]

[Cerpen] Bunga Mawar di Persimpangan

[Cerpen] Bunga Mawar di Persimpangan

Angin menampakkan sisi seramnya. Biasanya dia berhembus lembut. Namun sekarang ia mengugurkan daun-daun yang membuat pekerjaan pengurus taman bertambah, menyapunya selepas taman tutup pukul sembilan malam. Tapi senja kali ini, dia mengamuk membentuk sebuah pusaran yang masih samar. Nampaknya dia pandai memilih tempat untuk mengamuk, yaitu di sebuah taman kota yang ramai pengunjung. Seorang gadis […]

[Cerpen] Pertunjukkan

Cerpen Pertunjukkan

Rumahnya terletak di sudut kampung, dekat dengan kebun bambu. Rumah reot itu berukuran enam kali empat meter persegi, beralaskan tanah, di terasnya terdapat sebuah lincak yang beberapa sisinya sudah mulai keropos dimakan rayap, begitu juga dengan dinding rumahnya, lubang angin ada di sana sini, bahkan bisa untuk masuk ayam, kucing, dan ular. Desa setempat pernah […]

[Cerpen] The Laundry

cerpen the laundry

Kepalaku terasa berat, sepertinya otakku berubah menjadi batu setelah semalam lembur mengerjakan tugas. Bungkus makanan ringan dan softdrink berserakan di lantai, laptop masih memutar daftar lagu sejak semalam, beberapa menit kemudian muncul peringatan baterai lemah di layar. Aku menguap, menengok ke kolong tempat tidur, gelap, membuatku ingin memejamkan mata lagi. Tapi jam weker sudah menunjukkan […]

[Cerpen] Tiada Lagi Rumah yang Rindu

Cerpen Tiada Lagi Rumah yang Rindu

Sejak tiga tahun yang lalu, tepatnya ketika usiaku menginjak dua puluh lima tahun, kuputuskan untuk meninggalkan sebuah rumah yang dulu sempat tercipta tawa dan kehangatan dari balik biliknya. Rumah yang nyaman, bahkan teramat nyaman. Dimana aku biasa duduk di dekat perapian menjelang malam, menghangatkan badan sambil menuliskan cerita antara aku dan dia sehari-hari. Secangkir teh […]

[Cerpen] Perihal Pilihan dan Bagian Almira

[Cerpen] Perihal Pilihan dan Bagian Almira

Perempuan itu terlihat ragu turun dari mobil, seolah sedang menimbang sesuatu. Dilepaskannya sabuk pengaman, menghela nafas, bersiap keluar. Tangannya berhenti membuka pintu mobil, dia mencari sesuatu di tasnya, cermin kecil dan lipstik. Sambil sesekali memanyunkan bibir, dia mengoleskan lipstik berrwarna merah darah, menatap cermin beberapa menit. Setelah memastikan bibirnya terolesi lipstik dengan rata, perempuan itu […]

[Cerpen] Eiffel in Memories

Cerpen Eiffel in Memories

Ada yang selalu menyebalkan setiap kali kita harus berucap “sampai jumpa lagi”, kemudian saling melambaikan tangan, menghirup sisa-sisa parfum yang masih melekat di rambut hidung.