var config = { lazyads: false, navigasi: 1, navigasi_nomor: { tampilan_per_halaman: 6, tampilan_tombol_navigasi: 3, }, adblock: { pakai: true, text: 'Turn off AdBlock on the browser to view the content of this site.' }, slider: { pakai: false, kecepatan: 3, tinggi: 360 }, halaman_berjudul: { pakai: true, next: 'Selanjutnya', prev: 'Sebelumnya', latest: 'Ini Terbaru', oldest: 'Ini Terlama' }, related_post_tengah: { jumlah: 4, image: true, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-msLPy2sUgRs/XsaanLh7hdI/AAAAAAAAIjQ/sMfL_VE-30MWP5PI9at8dzKtZW0igRHDgCK4BGAsYHg/w75-h56-p-k-no-nu/igniplex-noimage.png' }, related_post_bawah: { jumlah: 6, image: true, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-msLPy2sUgRs/XsaanLh7hdI/AAAAAAAAIjQ/sMfL_VE-30MWP5PI9at8dzKtZW0igRHDgCK4BGAsYHg/w250-h167-p-k-no-nu/igniplex-noimage.png' }, middlebar: { jumlah: 4, image: true, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-msLPy2sUgRs/XsaanLh7hdI/AAAAAAAAIjQ/sMfL_VE-30MWP5PI9at8dzKtZW0igRHDgCK4BGAsYHg/w250-h167-p-k-no-nu/igniplex-noimage.png' } };

Admin Twitter Pemkot Depok Terancam Hukuman Karena Retweet 'Cari Polisi Penembak FPI'

Admin Twitter Pemkot Depok Terancam Hukuman Karena Retweet 'Cari Polisi Penembak FPI'

Admin akun Twitter Pemerintah Kota (Pemkot) Depok @pemkotdepok terancam dicopot jika terbukti sengaja me-retweet 'Cari Keluarga Polisi Penembak FPI'. Dinas Kominfo Pemerintah Kota Depok bahkan sudah menonaktifkan admin tersebut setelah kasus ini heboh di jagat maya.

"Sementara kita nonaktifkan yang bersangkutan sebagai admin itu langkah pertama, kalau memang terbukti yang bersangkutan nanti kita juga yang anggota sengaja dengan sengaja melakukan itu pasti akan kita berhentikan langsung, insyaallah," ungkap Kepala Dinas Kominfo Pemerintah Kota Depok, Manto, Selasa (11/1/2022).

Manto menerangkan bahwa pemberhentian adalah sanksi paling berat yang bisa diberikan Pemkot Depok. Jika benar dengan sengaja me-retweet, admin akan purna tugas sebagai pegawai non-ASN di lingkungan Diskominfo Pemkot Depok.

"Kalau dia terbukti dia yang bersangkutan melakukan itu gitu, jadi tindakan kita paling berat kita berhentikan sebagai tenaga non ASN di lingkungan Diskominfo kalau terbukti lo ya kalau bisa dibuktikan seperti itu," lanjut Manto.

"Kemungkinan itu ada kalau yang bersangkutan itu memang terbukti, tapi kan kita harus cari yang jelas dulu biar ini semua apa namanya benar tindakan kita tuh secara hukum gitu," pungkasnya.

Manto menerangkan bahwa pihaknya sudah menjalankan pemeriksaan terhadap admin tersebut. Hingga saat ini admin yang bersangkutan tidak mengaku bahwa dirinya yang me-retweet unggahan di akun Twitter Pemkot Depok.

"Sudah kita BAP yang bersangkutan, bersangkutan belum dan tidak mengatakan iya, yang bersangkutan tetap mengatakan yang bersangkutan tidak pernah melakukan itu kan seperti itu. Nanti kita ada upaya-upaya lain juga seperti itu," katanya.

Secara umum, Manto mengatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap masalah ini, dan tidak keberatan jika harus diproses secara hukum. Manto sendiri menyesalkan terkait tindakan me-retweet unggahan 'Cari Keluarga Penembak FPI' tersebut.

"Ya kita kalau memang ada proses hukum mangga saja, kita welcome saja yang terbaik seperti apa kita kan anak hukum," jelasnya.

"Makanya kejadian ini juga saya juga sangat-sangat menyesalkan kok bisa kayak gitu."

Sebagaimana diberitakan, akun Twitter Pemkot Depok menjadi perbincangan warganet karena melakukan retweet postingan 'cari keluarga polisi penembak laskar FPI'. Dalam hal ini Polres Metro Depok juga telah menindaklanjuti kasus ini dan bakal segera memanggil pihak yang bersangkutan.

"Sudah monitor dan menindaklanjuti. Rencana kita akan panggil admin untuk diambil keterangan," ungkap Kasat Reskrim Polresta Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, Selasa (11/1/2022).

Related News

Post a Comment