olNGIb4NkK5r2x7x4oG3GpEzizVpnY6KNCck9cym

Tably, Aplikasi yang Bisa Baca Perasaan Kucing Bahagia Atau Tidak

Tably, Aplikasi yang Bisa Baca Perasaan Kucing Bahagia Atau Tidak

Kebanyakan, bahkan hampir semua manusia tidak memiliki kemampuan untuk memahami perasaan kucing. Namun, berkat keberadaan sebuah aplikasi ponsel yang dinamai Tably, kita bisa atau setidaknya sedikit terbantu untuk memahami kucing. Tably memungkinakan penggunanya mengetahui perasaan kucing, apakah ia sedang bahagia atau sedang bersedih.

Saat ini, aplikasi Tably memang belum bisa dinikmati oleh semua orang secara luas. Pengembangannya masih di tahap prototipe, hal itu sebagaimana rilis Sylvester.AI, perusahaan pengembang aplikasi ini.

Cara kerja aplikasi ini pada dasarnya memiliki kemiripan dengan kerja psikolog. Tably memanfaatkan foto kucing sebagai media untuk membaca perasaannya. Proses pembacaannya kemudian didasarkan pada ekspresi wajah kucing.

Adapun ide menciptakan Tably bermula dari pengembang yang dilakukan di AltaML, induk perusahaan Sylvester.AI yang bekerjasama dengan The Bar G. Riset awal tersebut menemukan sebuah metode pengukuran ekspresi wajah yang bernama Feline Grimace Scale (FGS). Cara kerjanya sederhana, yakni menilai ekspresi kucing dengan secara eksplisit memfokuskan pada rasa sakit yang dirasakan kucing.

Sebagaimana kita sudah tahu sejak lama, bahwa ekspresi wajah adalah alat yang cukup ampuh dan validitasnya dapat diandalkan dalam menilai rasa sakit yang dirasakan manusia. Begitu pun jika kita terapkan hewan seperti kucing.

Cara Tably Membaca Perasaan Kucing

Secara teknis metode pembacaan ekspresi kucing difokuskan dengan cara melihat jarak antara telinga ke moncong kucing. Jarak tersebut menjadi tolok ukur dalam menentukan apakah hewan lucu tersebut sedang merasa sakit atau tidak sakit.

Tim riset AltaML melakukan percobaan terhadap metode FGS ini. Lalu mereka memasukkan datanya ke machine learning dengan tujuan untuk membuat kehidupan kucing agar lebih sehat serta bahagia.

“Tantangan besar pada kucing adalah mereka tidak mengungkapkan ekspresi saat mereka kesakitan. Mereka pergi dan bersembunyi, sedangkan seekor anjing akan masuk dan merengek serta menciummu,” ungkap Chris O'Brien, VP product AltaML.

Pengembang Alta ML kemudian mengambil poin yang relevan di muka kucing, mulai dari moncong, mata, telinga, kumis, atau posisi kepala dan memetakannya berdasarkan FGS. Kemudian, menghasilkan pembacaan yang bahagia atau tidak dengan persentase. Persentase tidak berkorelasi dengan tingkat kebahagiaan, tetapi tingkat kepercayaan yang dihasilkan oleh sistem aplikasi.

“Dengan gambar wajah penuh kucing yang berkualitas tinggi, akurasinya bisa mencapai 97 persen dan dapat digunakan untuk kucing dewasa dari sebagian besar ras,” kata Michelle Priest, Senior Product Manager Apps.

Berdasarkan survei yang dilakukan Alta ML terhadap pengguna aplikasi Tably, sebagian besar pemilik kucing menggunakannya untuk mengetahui bagaimana kucing itu setelah menjalani operasi, atau untuk menganalisa mengapa hewan tersebut terus bersembunyi di rumah.

“Ini dapat digunakan untuk memutuskan apakah Anda harus membawa kucing ke dokter hewan atau bahkan keputusan untuk mengakhiri hidupnya,” lanjut Priest.

Priest mengungkapkan, bahwa Alta ML saat ini sedang bekerja untuk merampungkan versi final dari aplikasi Tably. Nantinya masyarakat luas dapat mengunduhnya baik di iOS maupun Android. Selain itu, pihak perusahaan juga memiliki rencana untuk membangun kerjasama dengan para dokter hewan profesional dalam penyempurnaan Tably.

Baca juga

Berita Terkait

Posting Komentar