var config = { lazyads: false, navigasi: 1, navigasi_nomor: { tampilan_per_halaman: 6, tampilan_tombol_navigasi: 3, }, adblock: { pakai: true, text: 'Turn off AdBlock on the browser to view the content of this site.' }, slider: { pakai: false, kecepatan: 3, tinggi: 360 }, halaman_berjudul: { pakai: true, next: 'Selanjutnya', prev: 'Sebelumnya', latest: 'Ini Terbaru', oldest: 'Ini Terlama' }, related_post_tengah: { jumlah: 4, image: true, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-msLPy2sUgRs/XsaanLh7hdI/AAAAAAAAIjQ/sMfL_VE-30MWP5PI9at8dzKtZW0igRHDgCK4BGAsYHg/w75-h56-p-k-no-nu/igniplex-noimage.png' }, related_post_bawah: { jumlah: 6, image: true, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-msLPy2sUgRs/XsaanLh7hdI/AAAAAAAAIjQ/sMfL_VE-30MWP5PI9at8dzKtZW0igRHDgCK4BGAsYHg/w250-h167-p-k-no-nu/igniplex-noimage.png' }, middlebar: { jumlah: 4, image: true, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-msLPy2sUgRs/XsaanLh7hdI/AAAAAAAAIjQ/sMfL_VE-30MWP5PI9at8dzKtZW0igRHDgCK4BGAsYHg/w250-h167-p-k-no-nu/igniplex-noimage.png' } };

Review Lengkap Samsung Galaxy A32 5G Indonesia

Review Lengkap Samsung Galaxy A32 5G Indonesia

Review Lengkap Samsung Galaxy A32 5G : Samsung memberikan satu hal yang luar biasa terhadap smartphone Galaxy A Series terbarunya. Pabrikan asal Korea Selatan ini benar-benar tahu apa yang harus mereka fokuskan terhadap produknya.

Mengusung tema "Awesome is for everyone" kami rasa terasa begitu pas adanya. Hal itu tercermin dalam ponsel Galaxy A32, A52 serta A72. Ubahan yang diberikan dan racikan spesifikasi yang baik memberikan nilai lebih kepada produk-produknya itu.

Sebagai sebuah usaha yang dilakukan oleh Samsung untuk menjadikan smartphonenya terasa kekinian dan menarik, meluncurkan varian ponsel 5G adalah jalan yang benar untuk kedua serinya, yakni A52 dan A32.

Adapun strategi pemasaran yang Samsung lakukan adalah dengan membuat versi 5G dari ponselnya ini tetap memiliki rentang harga yang sama dengan varian 4G-nya. Namun yang jelas hal itu akan menjadikannya harus mengurangi beberapa fitur yang ada. Sebagai ganti dari penyematan prosesor 5G. Termasuk untuk smartphone yang akan kita review kali ini, yakni Samsung Galaxy A32 5G.

Dalam bacaan sekilas terhadap spesifikasi di atas kertas. Kami harus menyebutkan bahwa Galaxy A32 5G adalah smartphone yang sama sekali berbeda dengan Galaxy A32 4G. Bagian-bagian yang tampak terang benderang yakni mengganti panel Super AMOLED pada layar A32 dengan panel LCD untuk A32 5G.

Kemudian, layar tersebut juga hanya mendukung resolusi HD+ 720p saja. Jelas ini adalah downgrade yang akan membuat kamu harus berpikir ulang untuk membelinya. Apalagi jika mengingat refresh rate layarnya itu mentok di 60Hz.

Selain itu, terdapat perbedaan dimensi juga untuk keseluruhan bodi dan layarnya. Layarnya memiliki luas 6.5 inci dengan dimensi bodi 164,2 x 76,1 x 9,1 mm. Beratnya mencapai 205 gram, yang mana itu 20 gram lebih berat ketimbang A32 biasa. Namun satu hal yang masih kami apresiasi adalah kapasitas baterainya sama di angka 5.000 mAh.

Sementara itu, pada bagian kamera juga mengalami beberapa perubahan, salah satunya adalah penggunaan kamera utama 48MP. Itu resolusi yang lebih rendah ketimbang A32 biasa dengan penggunaan kamera utama 64Mp.

Akan tetapi yang menarik adalah, A32 5G memiliki kamera depth sensor 2MP, sementara saudaranya tidak. Hal menarik lainnya yakni konfigurasi kamera tersebut sudah bisa melakukan perekaman video hingga 4K 30fps.

Dan perubahan terakhir yang paling radikal adalah penggunaan chipset MediaTek Dimensity 720 5G untuk Galaxy A32 5G. Jelas bagian ini merupakan sebuah upgrade keseluruhan dari saudaranya A32 yang menggunakan MediaTek Helio G80.

Jadi, sekarang kita bisa melihat cukup jelas gambaran secara umum mengapa A32 5G harus mengatur spesifikasinya sedemikian itu. Karena satu faktor utama adalah untuk memberi harga penjualan yang tidak jauh lebih tinggi dari A32 biasa. Dengan memberi peningkatan pada prosesornya, beserta dukungan jaringan 5G.

NEXT: Paket Penjualan Samsung Galaxy A32 ...

Paket Penjualan Samsung Galaxy A32

Dalam paket penjualannya, satu hal yang akan kamu lihat pertama kali saat mengambil ponselnya adalah kamu akan menemukan bahwa A32 5G tidak menggunakan screen protector bawaan. Kamu juga tidak akan menemukan casing HP di dalam kotaknya.

Namun, selain kedua barang tersebut, kamu akan memperoleh perlengkapan lainnya yang umum ada dalam kotak pembelian smartphone. Ada charger dengan output cukup besar, 15W (9V@1.67A atau 5V@2A) beserta kabel USB Type-C.

Selain itu, hanya dokumen-dokumen biasa, yang kami pastikan kamu tidak akan membacanya.

Bodi: Desain dan Material

Samsung tidak memberikan material eksklusif dan khusus pada bodi Galaxy A32 5G. Bagian framenya terbuat dari plastik biasa, namun rasa genggaman masih terasa kokoh dan terlihat mengkilap.

Sementara bagian belakangnya menurut kami bukan yang terbaik di kelasnya. Rasa genggamannya tidak terasa kokoh seperti framenya. Kami sering menyebutnya dengan kata ‘kopong’ karena adanya celah udara antara bodi luar dan jeroan ponselnya.

Dengan rasa ‘kopong’ seperti itu, kami sarankan Samsung untuk membuat ponsel ini agar lebih tipis saja. Yang mana itu akan mengurangi ketebalan ponsel yang saat ini berada di angka 9.1 mm.

Adapun yang kami suka pada bagian belakangnya ini adalah profil kamera utamanya tidak terlalu menonjol. Kami juga mengapresiasi Samsung dengan memberikan list kecil di sekitar kameranya. Itu akan membuatnya lebih terlindungi dari gesekan langsung saat HP di letakkan di meja dengan posisi terlentang. Namun tentu akan berbeda cerita jika kamu memakaikannya casing tambahan.

Beralih ke depan, menurut kami bezel HP ini masih terasa cukup tebal di sekeliling layar LCDnya. Apalagi jika kita menengok ke bagian dagunya. Ini cukup kami sayangkan mengingat penempatan kamera selfie-nya juga tidak terlalu kekinian. Masih menggunakan desain water drop display.

Selain itu, hingga review ini diterbitkan kami tidak menemukan informasi yang jelas terkait jenis kaca apa yang Samsung tempelkan ke A32 5G ini. Meski demikian, layarnya tetap terasa halus saat digunakan untuk scrolling, serta kemungkinan memiliki lapisan oleophobic karena cukup mudah untuk dibersihkan.

Sebagaimana yang sudah kami singgung di awal, tidak terdapat screen protector pada layarnya. Jadi kamu harus hati-hati saat menggunakannya. Atau pilihan lainnya bisa membeli secara mandiri screen protector dari pihak ketiga.

NEXT: Fungsionalitas ...

Fungsionalitas

Samsung Galaxy A32 5G memiliki tombol-tombol dan port yang terlihat cukup standar, sebagian besarnya memiliki fungsionalitas memadai. Pada bagian bawah terdapat port Type-C dengan teknologi USB 2.0 dan dukungan koneksi OTG (USB On-The-Go). Port USB ini juga berfungsi sebagai port pengisian daya dengan maksimum daya di 15W.

Di samping port tersebut terdapat lubang speaker mono serta lubang mikrofon. Masih tersedia juga jack audio 3.5 mm, menurut kami itu adalah kabar baik. Galaxy A32 5G juga memang memiliki fitur radio FM, yang mana fungsi headset juga sebagai antena dan harus dicolokkan untuk mengaktifkan radionya.

Tombol volume dan power berada di sisi kanan atas bodi. Cukup tinggi namun tetap mudah dijangkau. Rasa klik tombol volumenya agak kaku, tapi masih memiliki feedback sentuhan yang cukup memuaskan. Ini juga berlaku untuk tombol powernya, yang mana tombol itu juga berfungsi sebagai fingerprint scanner. Adapun kecepatan fingerprint scannernya cukup baik.

Slot SIM ada di bagian kiri. Dan cukup kami sayangkan, ini adalah slot hybrid. Sehingga kamu harus memilih untuk menggunakan dua SIM tanpa menambah MicroSD. Atau menggunakan MicroSD namun hanya bisa menggunakan satu SIM.

Sementara pada bagian atas tidak banyak sesuatu dan cenderung kosong. Hanya ada sebuah lubang mikrofon kedua.

NEXT: Layar: Panel LCD 720p ...

Layar: Panel LCD 720p

Hal yang paling disayangkan oleh banyak orang adalah Samsung mengganti panel Super AMOLED Full HD+ dengan refresh rate 90Hz pada A32 biasa. Menjadi panel LCD 720p 60Hz untuk A32 5G.

Meski layar A32 5G memiliki luas yang lebih besar, yakni 6,5 inci, naik 0.1 inci dari A32. Namun kenyataan bahwa resolusinya hanya HD+ semakin membuatnya terasa buruk. Kerapatan layar versi 5G menjadi semakin kecil di angka 270 ppi berbanding 411 ppi di A32 biasa. Keduanya memiliki aspek rasio yang sama, 20:9.

Reproduksi warna pada A32 5G juga tidak terlalu akurat. Secara kasat mata, panelnya ini memiliki kecenderungan ke arah warna biru. Walaupun mungkin hal itu dapat diperbaiki dengan sedikit penyesuaian suhu warna. Namun sekali lagi, Galaxy A32 5G seperti mengabaikannya dengan tidak memiliki profil warna atau pengaturan sama sekali. Bahkan dalam tampilannya juga tidak tersemat fitur slider.

Kecerahan dan kontras pada layar LCD itu jelas tidak bisa membawanya ke arah yang luar biasa. Galaxy A32 5G hanya memiliki kecerahan maksimal hingga 426 nits saja jika kita mengaturnya secara manual. Namun jika kita menyetelnya ke mode otomatis, ada sedikit peningkatan dengan tingkat kecerahan maksimal di angka 497 nits. Meski demikian, jelas itu tidaklah cukup cerah.

Perlu kita catat juga bahwa, sepertinya tidak ada sensor cahaya pada A32 5G ini. Setidaknya dalam pengujian yang kami lakukan tidak ada aplikasi yang bisa membaca dengan akurat sensor tersebut.

Untuk fitur lainnya, kami tidak menemukan dukungan HDR di Galaxy A32 5G. Meski yang menarik, dengan resolusi hanya HD+, ponsel ini sudah memiliki sertifikasi L1. Yang berarti secara teoritis, layarnya dapat menampilkan resolusi hingga 4K pada layanan streaming seperti Netflix.

NEXT: Baterai: Daya Tahan dan Kecepatan Pengisian Daya ...

Baterai: Daya Tahan dan Kecepatan Pengisian Daya

Galaxy A32 5G memiliki baterai cukup besar, 5.000 mAh. Dalam pengujian kami, ponsel ini dapat menyala hingga 123 jam pada kondisi always on. Sementara jika kita pakai untuk melakukan panggilan telepon dapat bertahan selama 31:40 jam; browsing internet selama 17:52 jam; dan pemutaran video playback dapat bertahan selama 15:57 jam.

Untuk mengisi baterai 5.000 mAh-nya, Samsung membekali Galaxy A32 5G dengan adaptor charger 15W. Yang menurut klaimnya, ini adalah Adaptive Fast Charging yang dapat bekerja melebihi kemampuannya di atas kertas.

Pengujian kami menunjukkan, charger ini dapat mengisi daya baterai 5.000 mAh A32 5G dari 0% hingga penuh 100% dalam waktu 2:24 jam. Dengan 30 menit pertama dapat mengisi 23% baterai. Hasil ini lebih lambat jika kita bandingkan dengan kebanyakan smartphone di kelasnya.

Speaker: Kualitas Mono

Galaxy A32 5G memiliki satu speaker di bagian bawah. Dengan pengaturan stereo hybrid yang memanfaatkan lubang suara yang ada. Usaha Samsung itu cukup kami hargai, meski ya jelas, kualitasnya sangat standar.

Namun, jika kita bandingkan dengan A32 biasa, speaker pada A32 5G sedikit lebih keras. Cukup untuk meningkatkan kualitasnya. Meski belum ada pengaturan equalizer atau pengoptimal bawaan untuk loudspeakernya itu. Adapun Dolby Atmos audio hanya bisa kamu gunakan jika menggunakan headphone.

NEXT: Operating System dan UI ...

Operating System dan UI

Bukan rahasia lagi jika banyak yang menyukai perangkat Samsung hanya karena One UI-nya. Ada alasan mengapa antar muka buatan Samsung ini begitu populer. Implementasi Android kustom itu memang terasa nyaman dalam penggunaan sehari-hari.

Sesuai dengan tagline "Awesome is for everyone", Samsung secara signifikan meningkatkan perangkat lunaknya itu untuk semua Galaxy A Series terbaru, termasuk Galaxy A32 5G. Smartphone 5G murah ini sudah memakai One UI 3.1 terbaru dengan pengaturan Android 11 out-of-the-box.

Meski tidak terlalu banyak perbedaan besar antara One UI 3.1 dengan pendahulunya versi 3.0 dan 2.5. Namun, ada beberapa perbedaan halus yang layak untuk jadi pertimbangan.

Performa: Chip Dimensity 720 5G

Galaxy A32 5G menanamkan chipset MediaTek Dimensity 720 5G. Berdasarkan data di atas kertas, performanya tidak berbeda jauh dengan saudaranya Dimensity 700 dan Dimensity 800U.

Berjalan pada fabrikasi 7nm yang efisien dan menggunakan dua buah core performa Cortex-A76 yang berpadu dengan enam core hemat daya Cortex-A55. Dimensity 720 5G di dalam Galaxy A32 5G memiliki clock speed hingga 2,0 GHz. Chipset tersebut menggunakan GPU Mali-G57.

Dalam hal CPU, Dimensity 720 5G bisa kita sejajarkan dengan Snapdragon 720G, 732G, dan 678 dari Qualcomm, serta Helio G95 dari Mediatek sendiri.

NEXT: Kamera Khas Samsung ...

Kamera Khas Samsung

Galaxy A32 5G menggunakan kamera 48MP, f/1.8 yang sensornya adalah Samsung S5KGM2, kita sering menyebutnya sebagai ISOCELL Bright GM. Sensor ini memakai desain Tetrapixel (dulu disebut Tetracell dalam bahasa Samsung, sedangkan Sony menyebutnya Quad Bayer), dengan piksel individu 0,8µm dan ukuran sensor total 1/2,0 inch.

Pindah ke kamera ultrawide, Galaxy A32 5G menggunakan lensa yang sama dengan yang ada pada A32. Kamera 8MP ini menggunakan sensor ¼ inch dengan piksel 1,0µm dan lensa aperture f/2.2 yang mencakup bidang pandang 123 derajat.

Untuk dua kamera tambahan di bagian belakang, yang pertama adalah kamera makro 5MP. Menggunakan sensor GalaxyCore GC5035, dengan fokus tetap dan lensa aperture f/2.4. Yang kedua ada kamera depth sensor 2MP, f/2.4 dengan modul GalaxyCore GC02M1B. Kamera ini merupakan sensor monokrom ⅕ inch, dengan piksel 1,75µm.

Terakhir untuk kamera selfie, Galaxy A32 5G memakai kamera 13MP, f/2.2. Ini adalah sensor Samsung ISOCELL S5K3L6, yang diklaim oleh Samsung sudah mendukung PDAF. Namun yang kami temukan di ponsel ini merupakan fix fokus.

Aplikasi kamera pada A32 5G adalah yang terbaru yang juga bagian dari One UI 3.1. Adapun perbedaan yang mencolok adalah pindahnya pengaturan resolusi video ke bagian shot. Selebihnya sama seperti pada Samsung pre-One UI 3.1, yang mana itu cukup mudah digunakan.

NEXT: Kelebihan dan Kekurangan ...

Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy A32 5G

Kelebihan

  • Daya tahan baterai yang sangat baik.
  • Android dan One UI terbaru, mendapat garansi update juga hingga 4 tahun.
  • MediaTek Dimensity 720 5G adalah chipset modern, efisien, dan memiliki kelengkapan yang cukup. Kinerjanya juga tidak bikin malu di harga segitu.
  • Performa kamera secara keseluruhan cukup bagus, termasuk mode malam yang sangat berguna. Kameranya ini juga dapat merekam video 4K@30fps dengan baik.

Kekurangan

  • Bodinya terasa agak kopong alis kurang solid. Selain itu juga tidak ada proteksi yang Samsung berikan.
  • Layar LCD-nya cukup mengecewakan, resolusi hanya HD+, warna tidak akurat, dan refresh rate rendah.
  • Speakernya mono, kurang nendang di kelasnya.
  • Kamera ultra wide tidak bisa merekam video 4K dan stabilisasi video 1080p nya tidak maksimal.

Berita Terkait

Posting Komentar