olNGIb4NkK5r2x7x4oG3GpEzizVpnY6KNCck9cym

IDI Enggan Dituding Kalau Tindakan Dokter Jadi Penyebab Tunggakan BPJS

IDI Enggan Dituding Kalau Dokter Sebagai Penyebab Tunggakan BPJS

PortalSoho - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sempat menyebut bahwa salah satu penyebab tunggakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS) Kesehatan membengkak adalah tindakan dokter. Menanggapi tudingan itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) angkat bicara.

Dr. HN Nazar, Ketua Biro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota IDI menyatakan tidak segampang itu dokter bisa mengambil tindakan medis, apalagi mengambil keuntungan darinya. Menurutnya, prosedur penanganan medis yang dilakukan dokter telah diatur di dalam sebuah mekanisme yang sangat ketat.

Mulai dari clinical pathway (CP) di tingkat dokter, Pedoman Pelayanan Kesehatan (PPK) di level profesi, hingga Pedoman Nasional Pelaksanaan Praktek Kesehatan (PNPPK) di tingkat nasional.

"Nah, semuanya itu harus masuk di situ. Kalau ada selisihnya, bukan hanya di rumah sakit, dari pembayar yaitu asuransi dan BPJS, tapi dari etika pasti akan kena sanksi berupa sanksi etika dan sanksi profesi," ungkap Nazar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dalam sebuah diskusi, Minggu (1/12/2019).

Nazar kemudia memberi contoh, di dalam penanganan kanker yang membutuhkan tindakan kemoterapi, maka ada sejumlah prosedur berlapis yang harus dilalui. Jika prosedur tersebut tidak dijalankan, maka BPJS juga tidak akan menanggung biaya yang dikeluarkan rumah sakit.

Oleh karena itu, menurut Nazar, seluruh tindakan yang dilakukan dokter harus melalui prosedur dan pengawasan yang ketat.

"Begitu satu item obat tidak cocok dengan kasusnya, itu tidak akan dibayar dan tidak akan diizinkan. Kemo ini ketat sekali. Bahwa obat ini racun, kita tahu, tapi dengan takaran tertentu dia akan jadi obat," jelas Nazar.
Penulis: Noval Irmawan Gambar : -
Baca juga

Berita Terkait

Posting Komentar