Jokowi: Yang Bilang Sri Mulyani Menteri Pencetak Utang Tak Ngerti Ekonomi Makro

- 5:03 AM
Jokowi: Yang Bilang Sri Mulyani Menteri Pencetak Utang Tidak Ngerti Ekonomi Makro

Calon Presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menanggapi ucapan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut Sri Mulyani sebagai menteri pencetak utang. Jokowi membela Sri Mulyani dengan mengatakan bahwa Menkeu saat ini adalah menkeu terbaik dunia.

"Saya ngerti ya, dunia juga tahu bu menteri keuangan kita, Bu Sri Mulyani adalah kebanggaan kita. Karena masuk sebagai menteri terbaik Asia Pasifik, masuk sebagai terbaik di dunia. Masuk sebagai penghargaan dan internasional," kata Jokowi saat ditemui wartawan di sela kunjungan kerjanya di GOR Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019).

Sri Mulyani, lanjut Jokowi, justru merupakan figur yang dihormati. Jokowi kemudian menyebut bahwa orang yang mengatakan Sri Mulyani sebagai menteri pencetak utang, tidak paham ekonomi makro.

"Semua orang menghargai kok, semua orang hormat kepada Bu Sri Mulyani. Kalau ada kita yang menyampaikan itu ya mungkin belum ngerti masalah ekonomi makro. He he he," lanjutnya.

Sebelumnya, Sri Mulyani sendiri sempat menanggapi pernyataan Prabowo dengan menulis sebuah puisi. Puisi yang ditulis Sri Mulyani tersebut terlihat ingin menjelaskan ke Prabowo apa saja yang telah dikerjakan oleh pemerintah yang menurut Prabowo banyak utang.

Baca juga: Kill The DJ Marah Lagu Jogja Istimewa Dipakai Kampanye Prabowo

Berikut isi puisi yang ditulis Sri Mulyani:

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami menyelesaikan
Ribuan kilometer jalan raya, toll, jembatan Untuk rakyat, untuk kesejahteraan
Kami menyelesaikan
Puluhan embung dan air bersih,
bagi jutaan saudara kita yang kekeringan
Puluhan ribu rumah, untuk mereka yang memerlukan tempat berteduh

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja menyediakan subsidi
Jutaan sambungan listrik untuk rakyat untuk menerangi kehidupan, hingga pelosok
Kami terus bekerja
Meringankan beban hidup 10 juta keluarga miskin
Menyediakan bantuan pangan 15 juta keluarga miskin
Menyekolahkan 20 Juta anak miskin untuk tetap dapat belajar menjadi pintar

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja siang malam
Menyediakan jaminan, agar 96.8 Juta rakyat terlindungi dan tetap sehat.
Merawat Ratusan ribu sekolah dan madrasah,
agar mampu memberi bekal ilmu dan taqwa,
bagi puluhan juta anak-anak kita untuk membangun masa depannya
Kami tak pernah berhenti, agar
472 000 mahasiswa menerima beasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan
20.000 generasi muda dan dosen berkesempatan belajar di universitas terkemuka dunia untuk jadi pemimpin harapan bangsa.

Puluhan juta petani mendapat subsidi pupuk, benih dan alat pertanian,
170.400 hektar sawah beririgasi untuk petani
Jutaan usaha kecil mikro memiliki akses modal yang murah
Jutaan penumpang kereta dan kapal yang menikmati subsidi tiket
Jutaan keluarga menikmati bahan bakar murah
Jutaan pegawai negeri, guru, prajurit, polisi, dokter, bidan, dosen hingga peneliti mendapat gaji dan tunjangan untuk mengabdi negeri

Terus, Kami terus bekerja, agar
74.953 desa mampu membangun, membasmi kemiskinan. 8.212 kelurahan terbantu untuk melayani rakyat kebih baik
Triliunan rupiah tersedia
membantu saudara kita yang terkena bencana membangun kembali kehidupannya

Dan masih banyak lagi yang aku mau ceritakan padamu
Agar engkau TIDAK LUPA

Karena itu adalah cerita tentang kita MEMBANGUN INDONESIA

Aku tak ingin engkau lupa itu.
sama seperti aku tak ingin engkau lupa akan sejarah negeri kita.

Penulis: Noval
Editor: Noval
Image : tribunnews(dot)com

Submit Public Comment Here
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search