Begini Proses Seleksi Setara PNS (PPPK) Untuk Pegawai Honorer

- 4:02 AM
Begini Proses Seleksi Setara PNS (PPPK) Untuk Pegawai Honorer

Pegawai honorer saat ini mendapat angin segar karena pemerintah telah menerbitkan aturan yang akan mengangkat setara dengan pegawai negeri sipil (PNS). Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 tahun 2018 tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dalam hal ini Deputi Bidang SDM Aparatur, Kementerian PAN-RB, Setiawan Wangsa Atmaja mengungkapkan proses seleksi yang harus dijalani tenaga honorer. Setiawan menyebut seleksi pegawai honorer menjadi setara PNS dilakukan satu kali per satu periode tertentu.

Adapun jangka waktu dalam satu periode ditentukan oleh jenis jabatannya, misalkan 10 tahun atau lebih. Sementara itu, PPPK juga akan dievaluasi setiap tahunnya, sama seperti PNS.

"Seperti PNS bahwa PNS setiap tahun dievaluasi kinerjanya. Katakanlah (kontrak) 1 kali untuk 10 tahun, atau bisa lebih tergantung jenis jabatannya. Tapi yang jelas tidak seleksi setiap tahun," kata Setiawan sebagaimana dihimpun dari detikcom, Rabu (12/12/2018).

Jika telah diangkat, Setiawan berharap PPPK bisa bekerja dengan baik. Mengingat statusnya ini tidak serta merta bisa menjadi tameng untuk melalaikan pekerjaannya. PPPK juga dituntut bekerja dengan profesional seperti PNS atau pegawai pada umumnya.

Baca juga: Jokowi Teken PP No. 49 Tahun 2018 Tentang Guru Honorer Jadi PNS

Gaji dan Hak PPPK

PPPK adalah solusi pemerintah untuk menjadikan pegawai honorer menjadi setara dengan PNS. Artinya mereka juga akan mendapatkan hak yang sama. Yakni mendapatkan jaminan kecelakaan kerja, jaminan kesehatan dan perlindungan.

Kemudian, untuk masalah gaji, PPPK juga akan disamakan dengan PNS atau disesuaikan dengan UMR. Ini berlaku jika di suatu daerah tertentu terdapat besaran UMR yang melebihi besaran gaji PNS dari pemerintah pusat.

Adapun yang berbeda, hanyalah terdapat pada uang pensiun. PPPK tidak mendapatkan uang pensiun seperti layaknya pegawai negeri sipil.

Baca juga: Berhenti Kejar PNS, Sekarang Tenaga Digital Lebih Menguntungkan dan Dibutuhkan
Penulis: Wahyono
Editor : Noval Irmawan
Image : jambiekspres(dot)co(dot)id

Submit Public Comment Here
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search