Pabrik Kereta di Banyuwangi Mulai Dibangun Pertengahan Desember, Selesai Tahun 2020

- 1:01 AM
Pabrik Kereta di Banyuwangi Mulai Dibangun Pertengahan Desember, Selesai Tahun 2020

Pembangunan pabrik kereta api terbesar di Indonesia akan dimulai pertengahan Desember tahun ini.
Rencananya, kawasan industri tersebut akan menempati lahan seluas 83 hektare di Kabupaten Banyuwangi.

Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro mengatakan, saat ini proses pembangunan pabrik masih dalam tahap persiapan. Ditargetkan akan selesai dan mulai beroperasi pada tahun 2020.

"Saat ini kami sedang proses teknis penunjukan kontraktor pelaksana pembangunan. Ya kurang-lebih seminggu ke depan selesai," kata Budi.

Pabrik kereta api ini akan dibangun di lahan milik BUMN PTPN XII. Investasi pembangunan pabrik ini diperkirakan mencapai Rp1,6 triliun. Pabrik ini akan menjadi lokasi industri INKA yang terbesar. Karena pabrik INKA di Madiun hanya seluas 22 hektar.

"Targetnya pabrik dapat beroperasi pada awal 2020," katanya.

Dengan investasi sebesar itu, Budi mengatakan, akan berdampak secara otomatis terhadap kapasitas produksinya, yang juga akan lebih banyak. Jika pabrik Madiun hanya memproduksi satu gerbong kereta per hari, maka pabrik Banyuwangi akan bisa memproduksi hingga 3 gerbong per hari.

"Jadi sehari INKA akan memproduksi (total) 4 gerbong per hari. Ini akan mempercepat pemenuhan pesanan kereta api dari berbagai negara yang telah memesan," lanjutnya.

Baca juga: PT INKA Akan Bangun Pabrik Kereta di Banyuwangi, Terbesar di Indonesia

Pemilihan Banyuwangi Sebagai Lokasi Pabrik

Banyuwangi dipilih sebagai lokasi pabrik kereta api terbesar di Indonesia yang akan mulai beroperasi tahun 2020 mendatang. Adapun alasan utamanya adalah karena Kabupaten Banyuwangi cukup strategis untuk kepentingan industri, terutama akses pengiriman barang.

"Lokasi pabrik ini sangat strategis. Dekat dengan Pelabuhan Tanjung Wangi yang dikelola PT Pelindo III, lebih menyingkat waktu pengiriman ke luar negeri," kata Budi.

Sementara itu, untuk desain arsitektur pabrik, Budi menambahkan, akan memaksimalkan konten khas budaya lokal dan berkonsep arsitektur hijau. Hal ini mengacu pada kebijakan tata ruang Kabupaten Banyuwangi.

"Ini kami lakukan untuk mengakomodasi kebijakan tata ruang dan desain bangunan yang ada di Banyuwangi," ujar Budi.

Dalam hal ini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi langkah PT INKA. Ia berharap pabrik kereta api tersebut dapat menjadi landmark baru sekaligus destinasi wisata menarik di Kota Pisang ini.

"Kami juga mengapresiasi INKA yang menyelipkan unsur budaya lokal pada desain arsitektur bangunan pabrik baru tersebut. Sehingga nanti menjadi landmark baru sekaligus destinasi wisata," katanya.

Baca juga: Pabrik Kereta di Banyuwangi Akan Serap 3500 Tenaga Kerja
Penulis: Wahyono
Editor : Noval Irmawan
Image : tribunnews(dot)com

Submit Public Comment Here
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search