Instruksi PSI Soal Natal, PKS: Silahkan Jika Ingin Eksis dan Ekspose

- 3:00 AM
Instruksi PSI Soal Natal, PKS: Silahkan Jika Ingin Eksis dan Ekspose

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengomentari sikap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengistruksikan kadernya untuk mengucapkan selamat Natal dan bersilaturahim dengan umat nasrani. Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mengatakan silahkan saja jika PSI ingin terlihat eksis dan ingin mengekspose ideologinya.

Namun, Mardani mengingatkan jika kesadaran personal seseorang lebih baik ketimbang harus dipaksa dengan instruksi.

"Monggo saja jika ingin eksis dan ekspose. Kesadaran personal jauh lebih baik," katanya, Senin (24/12/2018).

Setiap partai politik, Mardani melanjutkan, memiliki kebijakan masing-masing terkait hari besar keagamaan.

Mardani kemudian menyinggung bahwa instruksi yang dilakukan lawan politiknya tersebut tidak sejalan dengan capres yang diusungnya. Ia menilai Jokowi bukanlah tipe orang yang suka memaksa.

"Pak Jokowi bukan tipe pemaksa," tutup Mardani.

Baca juga: Raja Juli Instruksikan Kader PSI Ucapkan Selamat Natal

Sementara itu, partai satu koalisi PSI, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai apa yang dilakukan PSI adalah hak masing-masing partai dan tidak bisa dicampuri untuk urusan ideologinya. PPP juga mengatakan bahwa PSI pasti telah memiliki pertimbangannya sendiri.

"Itu hak PSI ya, tentu mereka punya pertimbangan tersendiri. Setiap parpol secara internal memiliki hak otonom mengatur urusannya sendiri," kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek), Selasa (25/12/2018).

Baca juga: PPP: Itu Hak PSI Instruksikan Kadernya Ucapkan Selamat Natal

Sebelumnya, Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni menginstruksikan seluruh anggota, kader dan pengurus partai milenial itu untuk mengucapkan selamat Natal. Selain itu, ia juga mendorong agar mereka bisa bersilaturahim dengan umat nasrani yang sedang merayakan hari besarnya itu.

Momen perayaan Natal, lanjut Raja Juli harus dijadikan sebagai ajang untuk mempererat ikatan solidaritas seluruh masyarakat Indonesia. Ia menyampaikan bahwa teman-teman PSI ketika bersilaturahim tidak boleh memandang anggota partai tertentu dan pendukung pasangan capres-cawapres tertentu juga.

Baca juga: 642 Personel TNI-Polri Amankan Malam Natal di Ambon
Penulis: Noval
Editor: Noval
Image : detik(dot)com

Submit Public Comment Here
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search