Ma'ruf Amin Ditolak Datang ke Pondok Pesantren di Garut

- 12:03 PM
Ma'ruf Amin Ditolak Datang ke Pondok Pesantren di Garut

Pondok Pesantren (PonPes) di Garut menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hal ini dikarenakan Pondok Pesantren Darul Muwahhidin ditengarai menolak kedatangan calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin. Pihak PonPes pun membenarkan adanya berita tersebut.

"Ya betul," kata Wakil Pimpinan Ponpes Darul Muwahhidin, Asep Zaki di kantornya, Jalan Pembangunan, Desa Sukajaya, Tarogong Kidul, Rabu (28/11/2018).

Adapun yang menjadi ramai dibicarakan adalah beredarnya surat penolakan yang dilayangkan pihak PonPes. Tertulis dalam surat tersebut bahwa pihak ponpes memohon maaf karena kedatangan Ma'ruf Amin yang dijadwalkan akan datang Sabtu (02/12/2018) mendatang tidak bisa digelar di Ponpes Darul Muwahhidin.

Ma'ruf Amin sedianya datang ke Garut sebagai penasihat PBNU. Meskipun ada surat tersebut, Cawapres KH Ma'ruf Amin dipastikan tetap akan datang ke Garut pada Sabtu dan Minggu, 2 dan 3 Desember 2018. Ma'ruf rencananya akan mendatangi ponpes dan beristigosah bersama santri di Garut.

Baca juga: Prabowo Tak Diundang Muktamar Pemuda Muhammadiyah: Tampang Saya Kurang Menyenangkan

Tanggapan Surat Penolakan Ma'ruf di Garut

Sebagai penanggung jawab, Asep menolak bahwa surat yang beredar merupakan surat penolakan. Ia menyebut itu merupakan surat permohonan maaf karena PonPes belum bisa memfasilitasi kedatangan Ma'ruf.

"Bukan surat penolakan lebih tepatnya permohonan maaf. Kami tidak menolak secara silaturahmi beliau ke pesantren Darul Muwahhidin, cuman bertepatan betul-betul pak kiyai (pimpinan ponpes) sudah ada agenda yang sebelumnya direncanakan," kata Asep menjelaskan.

Asep melanjutkan, para pimpinan serta sebagian santri dan jemaah akan ke luar kota untuk menghadiri acara peringatan Maulid Nabi pada waktu yang sama saat KH Ma'ruf datang ke Garut. Sehingga menurutnya tidak etis jika KH Ma'ruf datang, namun tidak ada tuan rumah yang menerimanya.

"Tidak etis ketika ada tamu yang datang tapi pemilik rumahnya tidak ada. Untuk itu kami buat surat permohonan maaf atas jawaban surat yang dikirim PCNU (surat kedatangan Ma'ruf Amin)," kata Asep.

Sementara itu, menanggapi isu yang beredar, bahwa penolakan tersebut terkait unsur politik, Asep cepat-cepat menyanggahnya. Ia memastikan tidak ada unsur politik terhadap penolakan kedatangan Ma'ruf Amin ke Ponpes Darul Muwahhidin.

"Murni karena ada kegiatan. Insya Allah Darul Muwahhidin tidak terkait dengan kegiatan politik praktis. Siapa pun yang datang untuk bersilaturahmi kami terima," katanya.

Baca juga: Jokowi: Rugi Jika Mengorbankan Kerukunan Gara-Gara Pemilu
Penulis: Noval Irmawan
Editor : Noval Irmawan
Image : Noval Irmawan

Submit Public Comment Here
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search