Pengertian dan Penggunaan Cut Loss Dalam Trading Cryptocurrency (BTC, ETH, dll)

- 9:59 PM

Cut Loss adalah salah satu teknik yang biasa dilakukan oleh seseorang dalam perdagangan (trading) berupa aset di dalam pasar, baik itu saham, emas, kripto dan lainnya. Pada dasarnya sistem cut loss memiliki pengertian sama di antara pasar-pasar tersebut, yaitu memotong (cut) kerugian (loss).

Pengertian Cut Loss dalam Trading

Cut loss adalah tindakan yang berkebalikan dari profit taking, dimana hal ini dilakukan demi menjaga modal awal trading agar tetap ada. Jika profit taking adalah mengambil keuntungan dari selisih harga beli dan jual, maka cut loss adalah sengaja mengambil kerugian demi mencegah kerugian lain yang lebih besar.

Adapun pertanyaan terkait teknik ini, seperti : mengapa cut loss? kenapa tidak hold (tahan) saja sampai harga aset kembali naik? Jawabannya akan berbeda-beda untuk setiap trader.

Dalam trading seseorang harus bisa mengambil sikap tergantung dari sudut pandangnya masing-masing. Adapun dari pilihan-pilihan tindakan tersebut, baik itu cut loss atau pun hold dalam kasus ini, memiliki sisi kerugian dan keuntungan masing-masing.

Untuk penjelasan lebih lengkapnya, mari kita lanjutkan ke bawah.

Penggunaan Cut Loss yang Benar Saat Trading Kripto

Seperti yang sudah disampaikan, penggunaan cut loss atau pun hold adalah pilihan. Namun, yang pasti teknik ini dilakukan ketika kondisi pasar sedang negatif atau cenderung turun.

Akan tetapi, dalam pasar kripto, Anda diharuskan memahami terlebih dahulu ritme trading yang sedang dilakukan, apakah cepat atau lambat. Artinya, keputusan-keputusan tersebut diambil dalam jangka waktu tertentu tergantung target yang ingin diraih.

Sebagai contoh, untuk ritme cepat Anda dapat memerhatikan grafik pasar Bitcoin berikut ini.


Dalam trading kripto dengan ritme cepat, Anda diharuskan untuk selalu terus memantau pergerakan harga pasar di dalam chart. Artinya, jika pun ada isu-isu di luar market yang juga memengaruhi harga pasar kripto, proporsi pengaruhnya tidak terlalu besar.

Melihat grafik di atas, sebagai contoh kita telah mengambil tindakan awal dengan membeli Bitcoin di titik harga nomor 1 (satu). Jika sebelumnya Anda telah melihat grafik sebelum pembelian awal di mana pasar sedang stagnan (datar) -- titik lembah dan bukit cenderung sama (lihat garis ungu) -- maka pilihan untuk hold akan sangat merugikan, untuk itulah di sini kita memerlukan teknik cut loss.

Di saat setelah pembelian, kondisi pasar langsung turun dan kemudian belum menyentuh titik lembah paling bawah, maka itu adalah kesempatan Anda untuk melakukan cut loss.

Setelah sampai di titik nomor 2, yang berarti anda mengambil kerugian (berani rugi) tindakan selanjutnya adalah membiarkan pasar untuk terus turun sampai ke titik lembah terbawah, untuk bisa kita ambil tindakan BELI kembali (nomor 3).

Jika dalam grafik (dimana pasar sedang stagnan) terjadi seperti yang dicontohkan di atas, maka kemungkinan besar, setelah tindakan nomor 3, maka pasar akan positif kembali sampai pada titik bukit yang hampir sama dengan sebelumnya. Inilah saat yang tepat untuk kita melakukan jual aset kripto tersebut untuk meraih keuntungan (nomor 4).

Hal yang sama bisa Anda lakukan terus menerus ke depannya.

Lalu, bagaimana jika pasar tidak sedang stagnan?

Secara umum, kondisi pasar yang tidak stagnan atau naik-turun begitu tajam dipengaruhi oleh faktor external, yaitu isu di luar pasar yang dapat mendorong ke posisi positif maupun negatif.

Disinilah seseorang biasa memanfaatkannya untuk trading dengan RITME SEDANG atau bahkan trading RITME LAMBAT.

Berbeda dengan contoh pertama yang cenderung memanfaatkan grafik pasar sebagai patokan, di bagian ini Anda harus mengerti betul terkait aset apa yang akan ditradingkan, beserta dengan potensi ke depannya. Apakah akan cenderung turun atau naik.

Untuk kasus ini, penggunaan cut loss sering dilakukan jika terjadi salah perkiraan nilai aset di pasar yang disebabkan oleh isu-isu tak tertuga.

Kesimpulan

Penggunaan teknik cut loss sangat dianjurkan dalam trading kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Ripple, dan lainnya untuk dapat memperkecil kerugian yang diperoleh.

Adapun penggunaannya dalam beberapa kasus berbeda-beda, ditentukan dari sudut pandang trader dan pasar.

Disclaimer
PortalSoho.com tidak bertanggungjawab atas tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pembaca berkaitan dengan trading maupun investasi di luar platform ini. Ulasan yang ada di laman ini hanyalah sebagai bahan pembelajaran dan informasi semata.
Author : Noval Irmawan Grafik : indodax.com
Donation :
ETH (ERC-20) Address: 0x86Ad36da59310683CfE8C2c66e798D2e636413fF
Bitcoin Address: 16DcB1iCq9rQ4PKQZUU8XhNcQ5qRCPmGsZ

Submit Public Comment Here
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search