Menkominfo Terus Merayu, Apakah Grab Akan Jadi Unicorn Indonesia Dalam Waktu Dekat?

- 4:00 PM
Menkominfo Terus Merayu, Apakah Grab Akan Jadi Unicorn Indonesia Dalam Waktu Dekat?

Rudiantara, Menkominfo RI terus merayu Grab agar mau menjadi salah satu unicorn Indonesia. Ia secara terang-terangan terus menggoda Grab untuk memindahkan kantor pusatnya ke negeri nusantara. Sedikitnya untuk kali keempat Menteri Komunikasi dan Informatika tersebut melancarkan rayuan kepada Grab.

Bila rencana tersebut terealiasi, Indonesia akan memiliki lima startup unicorn. Dimana sejauh ini Indonesia sudah memiliki empat startup yang berlabel unicorn, yaitu Traveloka, Go-Jek, Tokopedia dan Bukalapak. Status unicorn ini diberikan kepada startup yang mempunyai valuasi bisnis di atas USD 1 miliar.

"Saya kilik-kilik, kalau bisa headquarter (kantor pusat) di Indonesia saja agar bisa jadi unicorn Indonesia," ungkap Rudiantara di hadapan petinggi Grab, Jakarta, Rabu (29/8/2018) seperti dikutip dati detikcom.

Sebagai informasi, Grab merupakan startup yang berasal dari Malaysia, dimana saat ini kantor pusatnya berada di Singapura.

Unduh Aplikasi Grab untuk Android Kamu

"Ini hanya curcol (curhat colongan) untuk Grab pindah kantor di Indonesia. Tapi (kalau jadi pindah), nanti akan kita fasilitasi," kata Rudiantara.

Menkominfo mengatakan, yang menjadi daya tarik agar Grab mau berkantor di Indonesia adalah dari segi pasarnya. Jumlah penduduk Indonesia yang paling besar di antara negara lainnya di Asia Tenggara.

"Kita adalah pasar terbesar. Pemerintah Indonesia juga serupa, dalam konteksnya lebih friendly terhadap foreign investment," ungkapnya.

Pernyataan Rudiantara di atas tak dipungkuri oleh Grab. Hal itu yang membuat perusahaan ride hailing ini terus melakukan investasi di Indonesia. Yang terbaru, Grab meluncurkan Grab Ventures, sebuah perusahaan investasi di bidang startup.

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menyebutkan, pasar Indonesia merupakan pasar menggiurkan. Di samping itu, adopsi teknologi sampai metode baru di negeri ini terbilang tinggi.

"In general, secara payung, dukungan pemerintah kepada digital economy sangat tinggi. Sehingga, kita merasa memang ini tempat kita untuk berinvestasi saat ini. Ajakan Pak Rudiantara, kita terima sebagai undangan," pungkas Ridzki.

Baca juga : Menhub RI Minta Go-Jek dan Grab Jadi Perusahaan Transportasi

Submit Public Comment Here
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search