Header Ads

Sampai Maret 2018, Uang Elektronik Tembus 109 Juta Lebih


Sampai Maret 2018, Uang Elektronik Tembus 109 Juta Lebih

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) per Maret 2018, jumlah uang elektronik yang telah beredar mencapai angka 109,77 juta keping. Ini merupakan sebuah pencapaian baru, dimana perkembangan uang elektronik di Indonesia dalam hampir 10 tahun terakhir terus mengalami peningkatan.

Baca juga: Bitcoin di Masa Depan Sama Seperti Internet di Saat Ini

Dari data statistik sistem pembayaran uang elektronik yang dimulai pada tahun 2009, jumlah uang elektronik yang beredar beredar sebesar 3,01 juta. Pada tahun berikutnya, yaitu 2010 pertumbuhannya naik menjadi 7,91 juta keping. Memasuki 2011 jumlah uang elektronik naik dua kali lipat ke posisi 14,29 juta.

Satu tahun berselang, pada 2012 jumlah uang elektronik mencapai 21,88 juta. Kemudian pada periode 2013-2015 jumlah uang elektronik sempat mengalami penurunan, yaitu 36,22 juta pada 2013, 35,73 juta pada 2014 dan 34,31 juta pada 2015.

Baru pada tahun 2016, jumlah uang elektronik melesat naik perederannya menjadi 51,2 juta. Pada tahun berikutnya, 2017 juga mengalami peningkatan yang signifikan hampir dua kali lipat mencapai 90 juta.

Peningkatan jumlah peredaran uang elektronik ini dikarenakan adanya program elektronifikasi jalan tol pada Oktober 2017 lalu. Di mana seluruh pengguna jalan tol diwajibkan untuk menggunakan uang elektronik berbasis kartu yang dikeluarkan bank.

Baca juga: CEO Twitter, Jack Dorsey: Bitcoin Akan Jadi Mata Uang Dunia

Berkat upaya tersebut, memasuki awal tahun 2018, uang elektronik tercatat naik ke angka 97,16 juta, pada Februari naik menjadi 103,7 juta dan data statistik terakhir pada bulan Maret 2018 uang elektronik tercatat mencapai angka 109,77 juta.

=== PORTALSOHO ===
Penulis: Noval
Editor: Asrinur
Gambar: BogorUpdate

No comments

*Budayakan untuk meninggalkan jejak komentar

Powered by Blogger.