Gelembung Nilai Bitcoin Pecah, Akankah Akan Jadi Lebih Stabil?

- 4:28 AM
Gelembung Nilai Bitcoin Pecah, Akankah Akan Jadi Lebih Stabil?

Fenomena bubble atau gelembung pada nilai tukar bitcoin terhadap mata uang konvensional kini mulai terlihat pecah seiring dengan semakin jatuhnya nilai tukar mata uang kripto tertua tersebut bila dibandingkan dengan masa puncaknya. Apakah ini mengindikasikan nilainya akan semakin stabil di masa depan?

Baca juga: Bitcoin di Masa depan Sama Seperti Internet di Masa Sekarang

Sekelompok analis yang dipimpin Chief Investment Strategist Bank of America Michael Harnett, menyebutkan bahwa kejatuhan nilai tukar bitcoin terjadi kurang dari satu tahun setelah mencapai harga tertinggi. Dilansir dari Bloomberg, Selasa (10/4/2018), nilai tukar tertinggi bitcoin terjadi pada Desember 2017 lalu, yakni 19.511 dollar AS.

Lalu pada Senin (9/4/2018), nilainya turun lebih dari 65 persen menjadi 5.900 dollar AS per atau sekitar Rp 81,1 juta per koin. Adapun pada hari yang sama, nilai tukar bitcoin mengalami kembali pulih sekitar 2,2 persen dan menjadi 6.750 dollar AS atau sekitar Rp 92,7 juta per koin.

Baca juga: AirAsia Rencanakan Luncurkan Mata Uang Kripto, Namanya BigCoin

Selain mencatat mengenai pecahnya gelembung bitcoin, Bank of America juga menyandingkannya dengan sejumlah gelembung aset lain. Aset-aset yang dimaksud adalah tulip, perusahaan-perusahaan Mississipi dan South Sea, emas serta peristiwa Black Tuesday atau runtuhnya saham Wall Street pada 1929 silam.

Baca juga: CEO Twitter, Jack Dorsey: Bitcoin Akan Jadi Mata Uang Dunia

=== PORTALSOHO ===
Penulis: Noval
Editor: Asrinur
Gambar: CryptoNewsMagnet

Submit Public Comment Here
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search