Bank Negara Pakistan Tutup Akses Investasi Mata Uang Kripto

- 5:59 PM
Bank Negara Pakistan Tutup Akses Investasi Mata Uang Kripto

Bank Negara Pakistan (State Bank of Pakistan/ SBP) mulai melakukan upaya untuk menutup akses investasi warganya di mata uang kripto. Upaya ini dilakukan dengan mengeluarkan pernyataan yang melarang perusahaan-perusahaan keuangan di negara tersebut bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan mata uang kripto.

"... semua Bank/ DFI/ Bank Keuangan Mikro dan Operator Sistem Pembayaran (Payment System Operators/ PSOs)/ Penyedia Layanan Pembayaran (Payment Service Providers/ PSPs) disarankan untuk tidak memproses, menggunakan, memperdagangkan, menahan, mentransfer nilai, mempromosikan dan berinvestasi dalam Mata Uang Virtual/ Token. Lebih lanjut, bank/ DFI/ Bank Keuangan Mikro dan PSO/ PSP tidak akan memfasilitasi pelanggan/ pemegang rekening mereka untuk bertransaksi dalam VC/ Token ICO. Setiap transaksi dalam hal ini harus segera dilaporkan kepada Financial Monitoring Unit (FMU) sebagai transaksi yang mencurigakan." demikian yang tercantum dalam pernyataan yang diposting ke situs web SBP (dan diedarkan melalui media sosial).

Baca juga: Pemerintah Cina Mulai Mengasingkan Mata Uang Kripto

Bisnis Kripto Dipaksa Gulung Tikar

Dengan adanya pengumuman mengejutkan tersebut, beberapa pelaku mata uang kripto lokal di Pakistan mulai kalang kabut, salah satunya adalah Urdubit. Sebuah platform pertukaran mata uang kripto pertama di Pakistan tersebut mengungkapkan bahwa mereka akan menutup bisnisnya.

"Tolong tarik dana Anda sesegera mungkin." tulis Urdubit di laman Facebook resminya.

Postingan Facebook Urdubit menyertakan tautan ke korespondensi dari bank sentral, dimana di sana terdapat peringatan tentang transaksi mata uang kripto yang akan dianggap sebagai kegiatan mencurigakan.

Rodrigo Souza, co-founder BlinkTrade (yang menyediakan perangkat lunak open-source yang digunakan oleh Urdubit) berpendapat bahwa langkah bank sentral Pakistan tersebut memiliki tujuan untuk mengerem investasi mata uang kripto seperti yang banyak dilakukan dalam penyelenggaraan ICO.

Baca juga: Bank Negara Malaysia (BNM) Fokus Untuk Awasi Penyelenggaraan ICO yang Menyesatkan

"Pemerintah dan Bank akan bertarung dengan Bitcoin karena berinvestasi Bitcoin berarti bank berjalan di bank sentral," kata Rodrigo seperti dikutip dari CoinDesk, Minggu (8/4/2018).

"Kami bekerja keras untuk mengembalikan semua PKR kepada semua pelanggan kami sebelum bank kami mematikan akun kami." ungkap Rodrigo.

=== PORTALSOHO ===
Penulis: Noval
Editor: Asrinur
Gambar: Dream

Submit Public Comment Here
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search