Header Ads

Air Asia Rencanakan Luncurkan Mata Uang Kripto, Namanya BigCoin



Maskapai penerbangan asal Malaysia yang terkenal dengan biaya rendahnya, Air Asia telah merencanakan untuk meluncurkan mata uang kriptonya sendiri. Mereka menamakannya dengan BigCoin, hal ini disampaikan langsung oleh pendiri sekaligus CEO grup Air Asia, Tony Fernandes.

Fernandes menngungkapkan bahwa rencana ini merupakan bagian dari pergeseran digitalnya. Ke depannya, Air Asia akan mengubah poin frekusensi penerbangan pelanggannya menjadi mata uang kripto eksklusif yang dinamai BigCoin.

Penciptaan mata uang kripto "BigCoin" ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan layanan digital maskapai dan memindahkan perusahaan ke sistem tanpa uang tunai. Dengan BigCoin -- selain opsi mata uang fiat yang ada -- pelanggan dapat memesan kursi, makanan di pesawat, upgrade kursi dan layanan lainnya.

Mulai bulan April, harga tiket akan dapat di lihat di situs web grup dalam mata uang konvensional maupun BigCoin. Pelanggan akan dapat melakukan upgrade kursi, makanan dalam penerbangan dan layanan lainnya menggunakan mata uang. AirAsia juga akan meluncurkan penawaran koin perdana (ICO) di beberapa titik. BigCoin bisa ditawarkan dalam tiga hingga enam bulan ke depan.

Baca juga: Bank Negara Malaysia (BNM) Fokus Untuk Awasi Penyelenggaraan ICO yang Menyesatkan

Fernandes tampaknya tidak peduli tentang kritik saat ini seputar mata uang kripto, seperti pertanyaan tentang keamanan dan volatilitas harga. Baginya, mata uang digital adalah alat untuk mengurangi risiko fluktuasi mata uang dari pendapatan luar negeri. Di masa depan, dia membayangkan BigCoin diterima oleh pihak ketiga.

Baca juga: G20 Akan Keluarkan Rekomendasi Peraturan Untuk Kripto Pada Juli 2018

Belum ada perincian tentang apakah AirAsia mengembangkan blockchain sendiri atau menggunakan platform yang sudah ada. Di sisi lain, maskapai penerbangan lain telah melihat blockchain sebagai model program hadiah yang mungkin dalam beberapa bulan terakhir. Salah satunya adalah Singapore Airlines yang pada bulan lalu mengumumkan bahwa mereka berencana untuk meluncurkan blockchain sendiri untuk program frekuensi penerbangannya sendiri.

Baca juga: 5 Hal Tentang Blockchain di Mata Profesional Keuangan

Pada bulan Januari, Air Asia Group meluncurkan layanan dompet mobile BigPay, yang memungkinkan perusahaan "untuk mengambil uang dari pesawat," kata Fernandes. Layanan ini memungkinkan penumpang membeli makanan dan minuman di pesawat dengan smartphone menggunakan Wi-Fi onboard. Fernandes juga ingin menggunakan platform seluler untuk akhirnya memasukkan uang, pengiriman uang dan bisnis peminjaman.

Layanan e-commerce dan logistik juga ada dalam daftar dalam dorongan digital pengangkut anggaran. "Ada nilai yang sangat besar dalam database AirAsia, jauh lebih banyak daripada  perusahaan," katanya.

=== PORTALSOHO ===
Penulis: Noval
Editor: Asrinur

No comments

*Budayakan untuk meninggalkan jejak komentar

Powered by Blogger.