Header Ads

523 Juta NEM Dibobol Hacker dari Coincheck, Bursa Mata Uang Kripto Jepang


523 Juta NEM Dibobol Hacker dari Coincheck, Bursa Mata Uang Kripto Jepang

News - Salah satu bursa mata uang kripto asal Jepang, Coincheck kehilangan 523 juta NEM senilai 58 miliar yen atau sekitar Rp 7,1 triliun. Sebanyak 523 juta NEM ini diketahui terkirim ke akun lain pada Sabtu (27/1) pukul 3.00 pagi waktu setempat.

NEM sendiri adalah platform cryptocurrency peer-to-peer dan platform blockchain yang diluncurkan pada tanggal 31 Maret 2015. NEM memiliki tujuan yang dinyatakan dalam model distribusi yang luas dan telah memperkenalkan fitur baru untuk teknologi blockchain seperti algoritma proof-of-importance (POI), multisignature akun, pesan terenkripsi, dan sistem reputasi Eigentrust ++.

Perangkat lunak blockchain NEM digunakan dalam blockchain komersial yang disebut Mijin, yang sedang diuji oleh lembaga keuangan dan perusahaan swasta di Jepang dan juga internasional.

Dikutip dari CNBC, Minggu (28/1/2018), Coincheck menangani sekitar 6% perdagangan NEM. Berdasarkan data CryptoCompare, Coincheck berada di urutan keempat pangsa pasar cryptocurrency.

Berkenaan dengan kejadian ini, Coincheck untuk sementara membatasi penarikan semua mata uang, termasuk yen, dan perdagangan cryptocurrency selain Bitcoin, sambil melakukan penyelidikan.

Pembobolan Coincheck menjadi peringatan bagi bursa mata uang kripto lainnya agar lebih ketat dan berhati-hati. Sebelumnya, hal serupa menimpa bursa cryptocurrency asal Korea Selatan, Yobit.

Baca juga: Bitcoin Akan Menjadi yang Paling Diburu Cybercrime di 2018

Kasus Pembobolan Bursa Mata Uang Kripto Oleh Hacker

Beberapa waktu lalu, Yobit kehilangan 17% dari aset digital miliknya. Tak lama kemudian, Yapian, perusahaan induknya, mendaftarkan status perusahaannya bangkrut.

Kasus lebih parah dialami Gox yang mendaftarkan diri sebagai perusahaan bangkrut pada 2014. Bursa cryptocurrency yang berbasis di Tokyo, Jepang ini kehilangan 750 ribu Bitcoin milik penggunanya dan 100 ribu Bitcoin milik mereka sendiri. Saat itu, Gox adalah bursa Bitcoin terbesar.

Analis Morgan Stanley memperkirakan, pada pertengahan Desember 2017, lebih dari USD 630 juta dalam bentuk Bitcoin digondol hacker.

Baca juga: Sri Mulyani: Bitcoin Boleh Untuk Investasi, Tapi Tanggung Sendiri Risikonya

Penulis: Noval Irmawan
Editor: Asrinur

Tidak ada komentar

*Budayakan untuk meninggalkan jejak komentar

Diberdayakan oleh Blogger.